Agen Tiket Pesawat di Kutai Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.
Agen Tiket Pesawat di Malang Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.
Agen Tiket Pesawat di Yogyakarta Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.
Agen Tiket Pesawat di Bandung Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.
Agen Tiket Pesawat di Pontianak Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.
Agen Tiket Pesawat di Samarinda Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.
Agen Tiket Pesawat di Palembang Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.
Tips pilih dan pasang Antena TV yang baik - Gambar jernih bersih tidak berbintik suara jelas dan tidak ada gemuruh, Gambar TV ka
Tips pilih dan pasang Antena TV yang baik - Gambar jernih bersih tidak berbintik suara jelas dan tidak ada gemuruh, Gambar TV kabur / buram tidak jelas, suara stereo kadang muncul kadang menghilang, tidak semua chanel bisa ditangkap dikarenakan sinyal yang telah diterima lemah.
Mempunyai pesawat televisi dirumah bisa dikatakan kebutuhan sebagai media elektronik untuk bisa mendapatkan informasi seperti berita, hiburan seperti mendengarkan lagu-lagu dan juga menyaksikan film-film seru, komedi dan lain sebagainya sedikit mengurangi stress, nah bagaimana jika ada acara tv favorit kita tiba-tiba tidak bisa ditonton dengan sempurna dilayar tv banyak bintik-bintiknya alias semutnya, suaranya seperti ada hujan atau gemuruhnya, dibilang tvnya rusak tidak juga tetapi rusaknya ada di antena yang tidak tepat, apapun penyebabnya anda pasti akan jengkel dan kesal disaat anda ingin menyaksikan acara kesayangan favorit anda siarannya bermasalah.
postingan kali ini sedikit berbagi seputar tips memasang memilih antena tv yang benar, untuk bisa mendapatkan kualitas gambar serta suara yang bagus jernih dan bersih, sebelum ke tips memasang dan memilih antena tv yang bagus buat anda sedikit celotehku pandangan dari saya seputar antena.
Antena
Sebelum membeli antena sebaiknya ketahui terlebih dahulu antena yang hendak digunakan, Secara umum antena yang sering digunakan pada televisi antena,antena indor dan outdor, perbedaan dari kedua antena terletak dari penempatan dan bentuknya, untuk antena indor biasanya ditempatkan didalam ruangan tidak jauh dari pesawat televisi itu sendiri, seperti contoh antena bawaan televisi yang bisa ditarik-tarik atau yang berbentuk lingkaran, sebagai tambahan informasi saja seputar polaradiasi untuk antena.
Antena outdor karena penempatannya diluar rumah dan bentuk antena outdor umumnya besar membutuhkan tiang penyanggah yang tinggi guna untuk mendapatkan sinyal yang sangat lebih kuat.
Sebenarnya untuk antena tv bisa dibuat sendiri dengan menggunakan bahan bekas, dimana antena tv indor dibuat dengan menggunakan bahan bekas plat (nopol motor).
Peyebab kualitas gambar dan suara tidak bersih pada pesawat televisi.
kualitas gambar dan suara yang tidak sempurna disebabkan karena penerimaan sinyal pancaran dari relay stasiun tv lemah,
terlepas dari faktor penyebab secara teknis (kerusakan dari pesawat tvnya), peyebab umum dari antena, karena antena telah memiliki perenan sangat penting untuk bisa menangkap frekuensi yang diterima.
Untuk Pesawat televisi LED juga LCD biasanya bintik dan suara gemuruh akan lebih terlihat dan terdengar jelas, jika dibandingkan dengan pesawat televisi dengan menggunakan tabung crt, mungkin disebabkan besar resolusinya yang berbeda, agar gambar yang dihasilkan jernih setara kualitas dvd, bahkan ada yang menggunakan jaringan tv kabel atau menggunakan antena parabola untuk gambar yang jernih.
Ketahui posisi letak sebelum mememilih antena.
Antena yang dapat dipergunakan umumnya antena indor, antena outdor (yagi) antena parabola, untuk penggunaan antena indor seperti antena bawaan tv bisanya bisa dipergunakan didaerah yang dekat dengan pemancar tv atau relay tvnya, dikota-kota, sedangkan antena outdor seperti antena arahan yagi untuk posisi jauh dari pemancar pesawat televisi dan mengarahkan buntut / ujung antena ke stasiun relay tv. untuk indor dan outdor tergantung jarak juga posisi letak antena, sedangkan antena parabola tidak harus mengarahkan antena secara horizontal, melainkan mengarahkan antena ke satelit langsung tanpa melalui relay pemancar stasiun tv lagi.
Memilih antena outdor yang bagus.
Kita sudah menggunakan antena luar dipasang tinggi hingga 10 meter lebih tapi ada beberapa siaran tv yang tidak jernih atau hanya satu dua siaran saja yang bersih, hal tersebut disebabkan jaraknya mungkin jauh juga bisa posisi arah antena tidak tepat disiaran tv yang tidak jernih tersebut. untuk dapat mensiasatinya sebaiknya gunakan antena yang mengunakan rotor hingga posisi antena bisa diarahkan.
antena tv rotator bergerak berputar
Gambar antena yagi yang dapat digerakkan / berputar
Gunakan penguat sinyal Boster TV
Seperti gambar antena yagi diatas yang dapat digerakkan untuk dapat menyesuaikan posisi arah antena agar tepat kestasiun relay tv, beberapa tahun sebelumnya gambar tv akan jernih jika antena dilengkapi dengan boster guna untuk menguatkan sinyal yang ditangkap oleh antena sebelum dikirim kepasawat televisi.
Kabel Coaxial Antena
Terkadang kita anggap remeh dengan media hantar kabel yang digunakan untuk antena, umumnya kabel antena menggunakan impedansi 75 ohm untuk pesawat televisi sedangkan untuk pesawat radio biasanya menggunakan impedansi 50 ohm kabel coaxial. gunakanlah kabel coaxial yang baik, kabel coaxial yang baik akan mengurangi lose sinyal, dan lebih tahan dengan cuaca hujan dan panas saat dipasang diluar ruangan,
EFEK TYNDAL PADA LAMPU SOROT
Berikut Sedikit Menjelaskan Kenapa Kebanyakan Lampu Sorot Berwarna Kuning, Ini Adalah
karena Efek Tyndall.
Penampilan s
Berikut Sedikit Menjelaskan Kenapa
Kebanyakan Lampu Sorot Berwarna Kuning, Ini Adalah karena Efek Tyndall.
Penampilan system koloid pada umumnya keruh, tetapi tidak selalu begitu.
Beberapa ‘larutan’ koloid tampak “bening” dan sukar dibedakan dengan
larutan sejati. Bagaimanakah cara mengenali system koloid? Salah satu cara yang sangat sederhana
yaitu dengan menjatuhkan seberkas cahayakepadanya. Larutan sejati meneruskan cahaya (transparan),
sedangkan koloid menghamburkannya. Oleh karena itu, berkas cahaya yang melalui koloid dapat di
amati dari arah samping. Efek Tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893), seorang ahli
fisika Inggris. Oleh karena itu sifat itu disebut efek Tyndall.
Efek Tyndall adalah adanya gejala penghamburan berkas cahaya oleh
partikel-partikel koloid. Apabila seberkas cahaya dijatuhkan ke dalam sistem koloid, maka cahaya
akan dihamburkan. Apabila seberkas cahaya dijatuhkan ke dalam sistem larutan, maka cahaya akan
diteruskan.
Dalam Kehidupan sehari-hari, kita sering
mengamati efek Tyndall ini, antara lain:
sorot lampu pada malam yang berkabut
sorot lampu proyektor dalam gedung bioskop yang berasap /berdebu, dan
berkas sinar matahari melalui celah
daun pohon pada pagi hari yang berkabut.
Efek Tyndall tidak
sama untuk setiap sinar yang mempunyai panjang gelombang berbeda. Sinar kuning, misalnya, lebih
sedikit dihamburkan. Itulah sebabnya lampu warna kuning dipakai pada saat berkabut, di mana
cahaya kuning dapat menembus kabut dan terlihat oleh pemakai jalan.
Karena
Inilah kenapa kebanyakan lampu sorot berwarna kuning senja.
saco-indonesia.com,
Urutan kegiatan dalam Ibadah Haji dan Umroh
Dalam kegiatan dan pelaksanaan Ibadah Haji, terdapat uruta
saco-indonesia.com,
Urutan kegiatan dalam Ibadah Haji dan Umroh
Dalam kegiatan dan pelaksanaan Ibadah Haji, terdapat urutan rukun dan wajib Haji yang harus dilaksanakan oleh stiap jamaah Haji. urutan kegiatan tersebut sebagai berikut :
Sebelum tanggal 8 Dzulhijjah, calon jamaah haji mulai berbondong untuk dapat melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.
Calon jamaah haji harus memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), sesuai miqatnya, kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah, yaitu dengan mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka..
Tanggal 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua calon jamaah haji menuju ke padang Arafah untuk dapat menjalankan ibadah wukuf. Kemudian jamaah telah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang Arafah hingga Maghrib datang.
Tanggal 9 Dzulhijjah malam, jamaah menuju ke Muzdalifah untuk mabbit (bermalam) dan mengambil batu untuk melontar jumroh secukupnya.
Tanggal 9 Dzulhijjah tengah malam (setelah mabbit) jamaah harus meneruskan perjalanan ke Mina untuk dapat melaksanakan ibadah melontar Jumroh
Tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah melaksanakan ibadah melempar Jumroh sebanyak tujuh kali ke Jumroh Aqobah sebagai simbolisasi mengusir setan. Dilanjutkan dengan tahalul yaitu mencukur rambut atau sebagian rambut.
Jika jamaah mengambil nafar awal maka dapat dilanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram untuk Tawaf Haji (menyelesaikan Haji)
Sedangkan jika mengambil nafar akhir jamaah tetap tinggal di Mina dan dilanjutkan dengan melontar jumroh sambungan (Ula dan Wustha).
Tanggal 11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
Tanggal 12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
Jamaah haji kembali ke Makkah untuk dapat melaksanakan Thawaf Wada’ (Thawaf perpisahan) sebelum pulang ke negara masing-masing
Demikian Urutan kegiatan Ibadah Haji Umrah yang dapat kami jelaskan, smoga bermanfaat.
Editor : Dian Sukmawati
Adele dan India Arie jadi panutan Raisa dalam bermusik
Penyanyi cantik muda berbakat, Raisa, telah menganggap Adele dan India Arie sebagai panutan dalam bermusik. Bahkan Raisa juga sempat bertemu langsung dengan India Arie saat berkunjung ke Jakarta.
Penyanyi cantik muda berbakat, Raisa, telah menganggap Adele dan India Arie sebagai panutan dalam bermusik. Bahkan Raisa juga sempat bertemu langsung dengan India Arie saat berkunjung ke Jakarta.
"Saya senang banget sempat ketemu sama India Arie. Dewa bermusik saya itu dia. Secara nyanyi, musikalitas, secara lirik, dia itu panutan saya," ungkapnya di Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat .
Tak heran jika lagu kedua penyanyi manca negara itu telah menjadi konsumsi telinganya setiap hari. Raisa juga mengaku harus mendegar lagu Adele dan India Arie.
"Banyak sih, dan tetap yang tidak bisa lepas Adele dan India Arie. Setiap hari harus dengar," ujarnya.
Kendati tak mendengarkan lagu-lagu dari kedua penyanyi itu, diakui Raisa, lagu-lagu mereka juga selalu terngiang di kepalanya. "Kalaupun saya lagi tidak mendengerkan, itu selalu ada di kepala saya," tukasnya.
TIPS MENJADI MODEL
saco-indonesia.com,
Remaja putri pada umumnya juga sangat menyukai dan berkeinginan untuk dapat terjun ke dunia modeling dan
saco-indonesia.com,
Remaja putri pada umumnya juga sangat menyukai dan berkeinginan untuk dapat terjun ke dunia modeling dan fashion. Kehidupan glamour dan ketenaran nampaknya adalah hal utama yang telah menjadi daya tarik para remaja putri maupun gadis dewasa untuk tertarik pada dunia modeling dan fashion. Belum lagi dunia modeling merupakan salah satu jalan untuk dapat menjadi seoranga artis ternama. Banyak artis-artis terkenal sebelumnya berkarir menjadi seorang model terlebih dahulu. Namun untuk dapat menjadi seorang model profesional diperlukan langkah-langkah yang tepat dan efisien agar impian menjadi seorang model terkenal dapat terwujud.
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat kita rencanakan untuk dapat merintis menjadi seorang model profesional, karena langkah yang terencana dan aksi nyata mustahil cita-cita menjadi seorang model dapat terlaksana secara baik. Langkah-langkah tersebut adalah :
1. Menyadari bahwa untuk menjadi seorang model menuntut persyaratan yang cukup berat
Dari segi fisik, untuk dapat menjadi seorang model pada umumnya Anda juga harus memiliki kelebihan secara fisik. Entah rambut yang indah, ukuran tubuh yang ideal, berat badan ideal, kulit yang lembut, kulit bebas jerawat, atau ciri fisik lainnya. Tentunya Anda tak boleh main-main saat menjadi model, Anda juga harus siap untuk dapat melakukan latihan ekstra keras, fitness dengan serius dan teratur, melakukan berbagai perawatan tubuh, hingga diet ketat.
Siapkan terlebih dahulu diri Anda. Jika memang Anda siap untuk menjalani semua persyaratan tersebut. Ikuti langkah berikutnya.
2. Tentukan bidang model yang profesional ingin Anda jalani
Ada beberapa bidang modelling yang wajib Anda pilih dan tentukan terlebih dahulu:
Model Plus Size, yaitu model dengan ukuran tubuh plus, untuk dapat melakoni beberapa peran yang memang telah memiliki ukuran tubuh plus
Model Catwalk, model yang satu ini diwajibkan untuk dapat memiliki tubuh langsing ideal. Tinggi badan kurang lebih 170 cm, dan Anda juga diwajibkan untuk melakukan diet ketat, agar ukuran tubuh Anda tidak melar dan sesuai dengan ukuran baju desainer
Model iklan, pada umumnya model iklan adalah seseorang yang camera face, dengan ukuran tubuh ideal dan juga penampilan yang sangat menarik
3. Lakukan beberapa photo take di studio (phortofolio)
Saat ini sudah banyak studio-studio photo yang ada di sekitar kita. Coba untuk buat janji dengan mereka, dan minta mereka untuk memfoto Anda dengan berbagai pose. Tentunya Anda juga harus pandai memilih gaya, dan lihat bagaimana hasil foto Anda. Berusahalah agar terlihat ekspresif dan menarik di dalam foto. Foto yang diambil secara baik akan menjadi modal awal saat kita mengajukan atau mengirimkan phortofolio kita ke agen-agen model atau majalah-majalah model.
4. Agen Model
Kirimkan hasil foto Anda beserta cerita singkat tentang diri Anda, serta keinginan Anda berlenggok di dunia model kepada agen model atau majalah-majalah model. Cermati juga dalam memilih agen model yang terpercaya. Tunggu sampai Anda dipanggil dan diminta untuk dapat menghadiri wawancara.
5. Siapkan Akting Anda
Jangan datang tanpa persiapan yang baik saat interview. Sebelumnya lakukan latihan di rumah di depan cermin, bagaimana saat ekspresi Anda harus bahagia, tertawa, menangis atau marah. What? ya, tentu saja. Seorang model juga harus dapat melakoni banyak peran dan menghayati perannya, sama seperti seorang artis. Dengan demikian, sebuah foto juga akan tampak seperti nyata, indah dan alami (natural).
6. Profesional
Jika ternyata agen model tak memanggil Anda, jangan kecewa dan marah. Mungkin masih ada beberapa hal yang harus Anda pelajari terlebih dahulu.
Namun jika ternyata Anda dipanggil dan diterima sebagai model. Pastikan bahwa Anda telah menyiapkan jadwal dan disiplin dalam menjalani jadwal kerja Anda. Pandai-pandailah dalam mengorganisasi dan mengatur waktu Anda.
Editor : Dian Sukmawati
BERCOCOK TANAM CABE
Cabe Pandaisikek yang masih muda sekitar usia 3,5 bulan. CABE Adalah salah satu komoditi Andalan Di nagari Pandaisikek,80% lahan
Cabe Pandaisikek yang masih muda sekitar usia 3,5 bulan. CABE Adalah salah satu komoditi Andalan Di nagari Pandaisikek,80% lahan pertanian di Pandaisikek di tanami dengan cabe. Cabe Pandai Sikek Biasa juga disebut dengan Cabe keriting, Bentuknya kecil dan panjang berbeda dengan cabe jawa , Medan Atau daerah lain Di Indonesia.Tidak hanya bentuk, rasanya pun jauh lebih pedas daripada cabe di daerah lain. Pembudi dayaan cabe dipandaisikek dilakukan dengan 2 cara yaitu tradisional dan teknologi, Tapi kali ini kita akan membahas tehnik cocok tanam cabe secara modren/teknologi dan menggabungkan pengunanan Kimia beserta Organik.
1. Tata cara pengolahan Lahan
Bentuk Petaka Cabe Keriting
Lahan yang kita pergunakan Kali ini kira-kira berukuran 450 M persegi Atau sekitar 10 Kg Plastik Mulsa Dengan pH tanah Sekitar 5pH, Yang sudah terbebas dari gulma atau sudah bersih.
Tentu kita juga bertanya Apa itu pH…….? pH (potential of hydrogen) yaitu tingkat Basa dan keasaman tanah yang menentukan tingkat kesuburan tanah.
Bentuk dan ukuran petak Cabe
Lahan terlebih dahulu kita buat petakanya dengan jarak 170 cm. petakan awal kita buat dengan kedalaman sekitar 10 cm dengan lebar 50 cm atau hanya untuk membentuk lahanya saja, setelah selesai kita sudah bisa menaburkan pupuk kandang ( pupuk kandang yang dipergunakan kali ini adalah yang berasal dari Tahi Ayam sebagai bahan Organiknya ) dengan ukuran 20 karung sisa pakan ayam. Penebaran dilakukan hingga merata diatas petakan tadi,Setelah selesai kita tunggu sekitar 7-10 hari untuk mendinginkan pupuk kandang tadi juga supaya merata dengan tanah, barulah nanti bisa di lakukan proses berikutnya.
Petakan yang sudah didiamkan tadi Langsung saja ditabur dengan pupuk Kimia. Pupuk yang kita gunakan kali ini adalah NPK dengan kadar Hara
15% Nitrogen
9 % Fosfat
20% Kalium Oksida
2 % Magnesium Oksida
3,8 % Sulfur
0,015 % Baron
0,02 % Mangan
0,02 % Seng
Dengan ukuran satu karung sekitar 50 Kg, Penaburan dilakukan hingga merata.
Setelah itu barulah dilanjutkan dengan memperdalam petakan (hingga mencapai 40 cm) dan menimbun pupuk yang sudah di tabur tadi dengan tingkat kegemburan sekitar 20-30 cm (tanah benar-benar harus halus),Kegemburan dan kedalaman pupuk yang di timbun tadi sangatlah penting karena ini di maksudkan supaya akar cabe nantiknya gampang mencari makan, dan dalamnya pupuk di timbun supaya pada saat cabe berusia sekitar 2,5 bulan dia mendapatkan cadangan makanan yang banyak dan akan lebih mempercepat pertumbuhan hinga berkembang dengan baik hingga panen nanti.
Setelah pengemburan selesai langkah selanjutnya membulatkan petakan tadi seperti setengah lingkaran dengan mengunakan rol atau kayu kira 1m, bentuk media tanam hinga bagus dan rapi sebelum dipasang plastik mulsa yang telah di sediakan. Setelah bulat di semprot dengan mengunakan pestisida pembunuh hama tanah, bisa juga menggunakan organik yang banyak beredar di pasaran.
bentuk pemasangan plastik mulsa
Untuk Pemasangan Mulsa kita membutuhkan bambu yang di belah kecil-kecil supaya mudah di bengkokan dengan ukuran panjang sekitar 20 cm lebar 1cm dan ketebalan 3 mm.Bambu ini digunakan utuk penyangga (samek) di tiap ujung dan pinggiran plastik mulsa.
Pemasangan sebaiknya di lakukan pada saat cuaca panas, dengan tujuan supaya mulsa gampang ditarik hingga meregang dan pada cuaca dingin mulsa ini akan kelihatan lebih rapi dan kuat pasangannya.
Setelah pemasangan selesai lahan sebaiknya didiamkan pula beberapa hari untuk membunuh hama yang masih berada di dalam petakan.
Berikutnya penanaman, sebelum kita tanam tentu terlebih dahulu kita ketahui tentang pembibitan.
2. Pembibitan Cabe
bibit cabe berusia 15 hari
Bibit: Dipilih dari induk yang berkualitas tinggi berdasarkan ukuran bentuk dan daya tahan.Biji cabe dipisahkan dari kulit dan dikeringkan beberapa waktu, sebelum di semaikan sebaiknya bibit di beridulu pestisida yang berbentuk tepung Seperti Antracol,kocide dll supaya waktu penyemaian tidak dimakan oleh hama.
Lahan Penyemaian : Lahan yang sudah bersih di bikin petakan kira-kira berukuran panjang 5 m dan lebar 1,2m untuk 4000 biji bibit, Kemudian digemburkan dan di beri pupuk kandang (4 kg keadaan kering) yang sudah dicampur dengan sedikit pupuk NPK (2 ons) dan ditebar hingga merata diatas petakan.
Cara menyemaikan Bibit : bibit juga ditebar hingga merata diatas petakan yang sudah diberi campuran pupuk tadi kemudian di timbun tipis dengan tanah halus. Kemudian ditutup dengan daun pisang hingga rata sampai bibit ini tumbuh nantinya, kira-kira 7-10 hari.
Bibit yang sudah tumbuh di beri atap dengan menggunakan plastik transparan yang banyak di jual di pasara. Ini supa bibit terlindung dari hujan dan panas matahari lang sung
Jangan lupa bibit disiran / di semprot ( bila di perlukan) hinga usia 45 hari.
Bibit dengan ketinggian sekitar 10-15 cm sangat baik untuk dipindahkan kemedia tanam.
3. Penyiapan Media Tanam
Dari lahan / petakan yang sudah di siapkan sebelumnya kita sudah bisa memulai penanaman, tetapi sebelumnya plastik mulsa yang sudah di pasang di lubang dengan mengunakan sebuah alat yang bisa di bikin sendiri bahkan ada juga di jual dipasaran. Alat ini bisa di buat dengan sebuah kaleng susu dengan ukuran diameter 6 cm yang di beri tangkai dengan kayu sebagai pegangan sementara di sekeliling kaleng tersebut di beri lubang dengan paku.
Jarak tanam
Cara menggunakan alat ini juga sederhana, Kaleng yang sudah berlubang tadi dimasukan bara tempurung kelapa sehingga kaleng akan panas dan siap di pergunakan.
Mulsa di beri lubang dengan jarak 60-70 cm sementara untuk jarak disampingnya dibuat zikzak dengan jarak yang sama.Lahan barulah siap untuk d tanami.( usahakan penanaman dilakukan pada cuaca dingin karena plastik mulsa yang kena matahari bisa membuat bibit cabe tidak jadi hidup)
4. Cara Tanam
Bibit cabe yang baru di tanam
Penanaman Cabe tidak lah sulit, caranya sama dengan penanaman tumbuhan yang lain. Tapi untuk cabe, karena lahan telah disiapkan dengan pupuk dan cadangan makanan yang cukup kita hanya tinggal mencabutnya di persemaian dan langsung di tanam pada mulsa yang telah di lubang.
Untuk menanam Cabe ini cukup satu batang untuk tiap lubang, setelah beberapa waktu dan juga dirawat dengan baik akan menjadi sebatang cabe yang berkualitas tinggi.
Pada Contoh-contoh gambar yang telah kita tampilkan terlihat ada tanaman yang di tumpang sari,kebetulan kami menampilkan tanaman sayuran jenis sawi. Untuk tumpang sari bisa ditanam jenis sayuran yang lain, asal usia tanaman yang di tumpang itu berusia cepat (sekitar 1,5 bulan. Tapi kali ini kita tidak membahas pokok permasalahan tumpang sari jadi kita bahas saja lain waktu.kita masuk ketahap Berikutnya yaitu:
5. Perawatan
Apapun yang kita usahakan di dalam pertanian,perawatan adalah hal yang sangat penting, kita masuk terlebih dahulu pada:
A. Penyemprotan
Penyemprota bisa menggunakan pestisida kimia ataupun organik, Penyemprotan dilakukan rutin minimal i kali seminggu.
Jenis racun yang kita gunakan tergantung pada keadaan tanaman cabe itu sendiri dan cuaca di daerah masing-masing. kenapa demikian , Keadaan iklim juga mempengaruhi jenis pestisida kenapa demikian, ada sebagian pesrisida yang di tentukan dengan cuaca untuk penggunaanya.
Jenis Pestisida yang sering di pergunakan adalah sebagai berikut
–
–
Penyemprotan dilakukan sampai cabe habis di panen.
B. Membuang tunas batang ( Merempel )
Pembuangan tunas batang ( Merempel )
Untuk kwalitas cabe yang bagus tunas batang haruslah dibuang , karena nantinya cabe ini juga akan bercabang dan cabangnya inilah yang akan di biarkan besar. Kira- kira usia tanaman cabe berusia 20 hari, pembuang tunas yang pertama kitalakukan,20 hari berikutnya pembuangan yang ke dua dan untuk terakhir menjelang pengikatan batang cabe ke tiang penyangga.
sebaiknya dalam melakukan pembuangan tunas kita mengunakan gunting yang bersih.
C. Tiang Penyangga
Tiang Penyangga dibuat dari bambu dengan ukuran panjang 1 m lebar 3 cm dan ketebalan 2 cm.Pada ujung tiang tadi di runcing supaya gampang menancapkanya ketanah. Pemasangan tiang penyangga ini pada usia cabe 1 bulan dengan jarak sekitar jarak 5 cm dari rumpun cabe, jangan terlalu dekat karena kalau dekat bisa merusak akar yang sudah mulai menjalar.
Fungsi dari tiang ini adalah agar saat cabe sudah besar rumpunya tidak digoyang oleh angin karena sudah kita ikat longgar antara batang cabe dengan tiang itu sendiri. Pengikatanya bisa kitalakukan pada usia cabe 2 bulan.
6. Panen
Cabe masak siap untuk di panen
Kita sudah bisa panen cabe ini di usia 4,5 bulan Tergantung apa buah cabenya sudah masak / belum.
Dalam Melakukan pemanenan Jangan lupa mengambil buah yang rusak walaupun masih muda karena akan menentukan kwalitas dan daya tahan usia panen cabe
KEHADIRAN ULAMA PENTING DI TENGAH KEGONCANGAN BANGSA
saco-indonesia.com, Mantan Ketua Umum Pengurus BesaNahdatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi telah menutup Sarasehan Nasional Ulama
saco-indonesia.com, Mantan Ketua Umum Pengurus BesaNahdatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi telah menutup Sarasehan Nasional Ulama Pesantren dan Cendikiawan di Depok, Jawa Barat. Kegiatan yang akan digelar selama tiga hari tersebut sedikitnyakan dihadiri oleh sederetan tokoh besar yakni Mahfud MD, Jusuf Kalla, Djan Farid, Marzuki Alie, Ahmad Heryawan, dan Jimly Asshidiqi.
Hasyim juga dapat menyimpulkan di depan 300 ulama agar bersama-sama merenungkan selama 15 tahun masa reformasi, sisi mana yang belum tercapai dan sudah tercapai. Menjelang Pemilu 2014, kata dia, banyak hal yang telah menjurus kepada kecurangan dan manipulasi sehingga harus diatasi.
"Jika tidak, maka akan terjadi konflik setelah pemilu dan mengancam keselamatan rakyat," ungkapnya dalam sambutannya, Minggu (09/02/2014).
Sementara itu, lanjut Hasyim, terkait dalam gerakan pemberantasan korupsi yang terus akan dilakukan oleh KPK tentu harus didukung masyarakat. Namun akan lebih efektif jika gerakan anti korupsi berubah menjadi gerakan nasional.
"Tak cukup diserahkan pada komisi, tetapi harus didukung gerakan nasional. Harus bertahap seperti negara lain yg berhasil. KPK jadi trigger atau pemicu awal. Dan negara ini perlu ulama, karena itu ulama agar tak tergerus keadaan, peran ulama penting di tengah kegoncangan keadaan," tegasnya.
Sementara itu salah satu narasumber Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan juga mengatakan bahwa Islam mewarnai kehidupan sebagai sumber nilai. Umatnya pun harus paling canggih.
"Sumber daya alam banyak diberikan kepada kita, tetapi akan berarti lebih harus ada pengelola handal menguasai ilmu dan teknologi, saat ini banyak dinikmati dan dikuasai oleh negara orang. Kemiskinan menganga. Karena kurang menguasai teknologi. Teori kebangsaan ada dalam Al Quran dan sangat banyak, soal kesemestaan malah, lebih jelas dalam konteks kemanusiaan, jangan ada sekat- sekat politik, yang ada kepentingan kebangsaan dan kenegaraan," tutup Aher.
Editor : Dian Sukmawati
Bruce Alger, 96, Dies; Led ‘Mink Coat’ Protest Against Lyndon Johnson
Mr. Alger, who served five terms from Texas, led Republican women in a confrontation with Lyndon B. Johnson that may have cost Richard M. Nixon the 1960 presidential election.
Andrew Lesnie, Cinematographer of ‘Lord of the Rings,’ Dies at 59
The magical quality Mr. Lesnie created in shooting the “Babe” films caught the eye of the director Peter Jackson, who chose him to film the fantasy epic.
Jean Nidetch, 91, Dies; Pounds Came Off, and Weight Watchers Was Born
A 214-pound Queens housewife struggled with a lifelong addiction to food until she shed 72 pounds and became the public face of the worldwide weight-control empire Weight Watchers.
Obama Finds a Bolder Voice on Race Issues
As he reflected on the festering wounds deepened by race and grievance that have been on painful display in America’s cities lately, President Obama on Monday found himself thinking about a young man he had just met named Malachi.
A few minutes before, in a closed-door round-table discussion at Lehman College in the Bronx, Mr. Obama had asked a group of black and Hispanic students from disadvantaged backgrounds what could be done to help them reach their goals. Several talked about counseling and guidance programs.
“Malachi, he just talked about — we should talk about love,” Mr. Obama told a crowd afterward, drifting away from his prepared remarks. “Because Malachi and I shared the fact that our dad wasn’t around and that sometimes we wondered why he wasn’t around and what had happened. But really, that’s what this comes down to is: Do we love these kids?”
Many presidents have governed during times of racial tension, but Mr. Obama is the first to see in the mirror a face that looks like those on the other side of history’s ledger. While his first term was consumed with the economy, war and health care, his second keeps coming back to the societal divide that was not bridged by his election. A president who eschewed focusing on race now seems to have found his voice again as he thinks about how to use his remaining time in office and beyond.
At an event announcing the creation of a nonprofit focusing on young minority men, President Obama talked about the underlying reasons for recent protests in Baltimore and other cities.
By Associated Press on Publish Date May 4, 2015. Photo by Stephen Crowley/The New York Times.
In the aftermath of racially charged unrest in places like Baltimore, Ferguson, Mo., and New York, Mr. Obama came to the Bronx on Monday for the announcement of a new nonprofit organization that is being spun off from his White House initiative called My Brother’s Keeper. Staked by more than $80 million in commitments from corporations and other donors, the new group, My Brother’s Keeper Alliance, will in effect provide the nucleus for Mr. Obama’s post-presidency, which will begin in January 2017.
“This will remain a mission for me and for Michelle not just for the rest of my presidency but for the rest of my life,” Mr. Obama said. “And the reason is simple,” he added. Referring to some of the youths he had just met, he said: “We see ourselves in these young men. I grew up without a dad. I grew up lost sometimes and adrift, not having a sense of a clear path. The only difference between me and a lot of other young men in this neighborhood and all across the country is that I grew up in an environment that was a little more forgiving.”
Advertisement
Organizers said the new alliance already had financial pledges from companies like American Express, Deloitte, Discovery Communications and News Corporation. The money will be used to help companies address obstacles facing young black and Hispanic men, provide grants to programs for disadvantaged youths, and help communities aid their populations.
Joe Echevarria, a former chief executive of Deloitte, the accounting and consulting firm, will lead the alliance, and among those on its leadership team or advisory group are executives at PepsiCo, News Corporation, Sprint, BET and Prudential Group Insurance; former Secretary of State Colin L. Powell; Senator Cory Booker, Democrat of New Jersey; former Attorney General Eric H. Holder Jr.; the music star John Legend; the retired athletes Alonzo Mourning, Jerome Bettis and Shaquille O’Neal; and the mayors of Indianapolis, Sacramento and Philadelphia.
The alliance, while nominally independent of the White House, may face some of the same questions confronting former Secretary of State Hillary Rodham Clinton as she begins another presidential campaign. Some of those donating to the alliance may have interests in government action, and skeptics may wonder whether they are trying to curry favor with the president by contributing.
“The Obama administration will have no role in deciding how donations are screened and what criteria they’ll set at the alliance for donor policies, because it’s an entirely separate entity,” Josh Earnest, the White House press secretary, told reporters on Air Force One en route to New York. But he added, “I’m confident that the members of the board are well aware of the president’s commitment to transparency.”
The alliance was in the works before the disturbances last week after the death of Freddie Gray, the black man who suffered fatal injuries while in police custody in Baltimore, but it reflected the evolution of Mr. Obama’s presidency. For him, in a way, it is coming back to issues that animated him as a young community organizer and politician. It was his own struggle with race and identity, captured in his youthful memoir, “Dreams From My Father,” that stood him apart from other presidential aspirants.
But that was a side of him that he kept largely to himself through the first years of his presidency while he focused on other priorities like turning the economy around, expanding government-subsidized health care and avoiding electoral land mines en route to re-election.
After securing a second term, Mr. Obama appeared more emboldened. Just a month after his 2013 inauguration, he talked passionately about opportunity and race with a group of teenage boys in Chicago, a moment aides point to as perhaps the first time he had spoken about these issues in such a personal, powerful way as president. A few months later, he publicly lamented the death of Trayvon Martin, a black Florida teenager, saying that “could have been me 35 years ago.”
Photo
President Obama on Monday with Darinel Montero, a student at Bronx International High School who introduced him before remarks at Lehman College in the Bronx.Credit Stephen Crowley/The New York Times
That case, along with public ruptures of anger over police shootings in Ferguson and elsewhere, have pushed the issue of race and law enforcement onto the public agenda. Aides said they imagined that with his presidency in its final stages, Mr. Obama might be thinking more about what comes next and causes he can advance as a private citizen.
That is not to say that his public discussion of these issues has been universally welcomed. Some conservatives said he had made matters worse by seeming in their view to blame police officers in some of the disputed cases.
“President Obama, when he was elected, could have been a unifying leader,” Senator Ted Cruz of Texas, a Republican candidate for president, said at a forum last week. “He has made decisions that I think have inflamed racial tensions.”
On the other side of the ideological spectrum, some liberal African-American activists have complained that Mr. Obama has not done enough to help downtrodden communities. While he is speaking out more, these critics argue, he has hardly used the power of the presidency to make the sort of radical change they say is necessary.
The line Mr. Obama has tried to straddle has been a serrated one. He condemns police brutality as he defends most officers as honorable. He condemns “criminals and thugs” who looted in Baltimore while expressing empathy with those trapped in a cycle of poverty and hopelessness.
In the Bronx on Monday, Mr. Obama bemoaned the death of Brian Moore, a plainclothes New York police officer who had died earlier in the day after being shot in the head Saturday on a Queens street. Most police officers are “good and honest and fair and care deeply about their communities,” even as they put their lives on the line, Mr. Obama said.
“Which is why in addressing the issues in Baltimore or Ferguson or New York, the point I made was that if we’re just looking at policing, we’re looking at it too narrowly,” he added. “If we ask the police to simply contain and control problems that we ourselves have been unwilling to invest and solve, that’s not fair to the communities, it’s not fair to the police.”
Moreover, if society writes off some people, he said, “that’s not the kind of country I want to live in; that’s not what America is about.”
His message to young men like Malachi Hernandez, who attends Boston Latin Academy in Massachusetts, is not to give up.
“I want you to know you matter,” he said. “You matter to us.”
Mike Phillips, Half of Kentucky’s ‘Twin Towers’ of Basketball, Dies at 59
The 6-foot-10 Phillips played alongside the 6-11 Rick Robey on the Wildcats team that won the 1978 N.C.A.A. men’s basketball title.
Dave Goldberg Was Lifelong Women’s Advocate
Even as a high school student, Dave Goldberg was urging female classmates to speak up. As a young dot-com executive, he had one girlfriend after another, but fell hard for a driven friend named Sheryl Sandberg, pining after her for years. After they wed, Mr. Goldberg pushed her to negotiate hard for high compensation and arranged his schedule so that he could be home with their children when she was traveling for work.
Mr. Goldberg, who died unexpectedly on Friday, was a genial, 47-year-old Silicon Valley entrepreneur who built his latest company, SurveyMonkey, from a modest enterprise to one recently valued by investors at $2 billion. But he was also perhaps the signature male feminist of his era: the first major chief executive in memory to spur his wife to become as successful in business as he was, and an essential figure in “Lean In,” Ms. Sandberg’s blockbuster guide to female achievement.
Over the weekend, even strangers were shocked at his death, both because of his relatively young age and because they knew of him as the living, breathing, car-pooling center of a new philosophy of two-career marriage.
“They were very much the role models for what this next generation wants to grapple with,” said Debora L. Spar, the president of Barnard College. In a 2011 commencement speech there, Ms. Sandberg told the graduates that whom they married would be their most important career decision.
In the play “The Heidi Chronicles,” revived on Broadway this spring, a male character who is the founder of a media company says that “I don’t want to come home to an A-plus,” explaining that his ambitions require him to marry an unthreatening helpmeet. Mr. Goldberg grew up to hold the opposite view, starting with his upbringing in progressive Minneapolis circles where “there was woman power in every aspect of our lives,” Jeffrey Dachis, a childhood friend, said in an interview.
The Goldberg parents read “The Feminine Mystique” together — in fact, Mr. Goldberg’s father introduced it to his wife, according to Ms. Sandberg’s book. In 1976, Paula Goldberg helped found a nonprofit to aid children with disabilities. Her husband, Mel, a law professor who taught at night, made the family breakfast at home.
Later, when Dave Goldberg was in high school and his prom date, Jill Chessen, stayed silent in a politics class, he chastised her afterward. He said, “You need to speak up,” Ms. Chessen recalled in an interview. “They need to hear your voice.”
Years later, when Karin Gilford, an early employee at Launch Media, Mr. Goldberg’s digital music company, became a mother, he knew exactly what to do. He kept giving her challenging assignments, she recalled, but also let her work from home one day a week. After Yahoo acquired Launch, Mr. Goldberg became known for distributing roses to all the women in the office on Valentine’s Day.
Ms. Sandberg, who often describes herself as bossy-in-a-good-way, enchanted him when they became friendly in the mid-1990s. He “was smitten with her,” Ms. Chessen remembered. Ms. Sandberg was dating someone else, but Mr. Goldberg still hung around, even helping her and her then-boyfriend move, recalled Bob Roback, a friend and co-founder of Launch. When they finally married in 2004, friends remember thinking how similar the two were, and that the qualities that might have made Ms. Sandberg intimidating to some men drew Mr. Goldberg to her even more.
Over the next decade, Mr. Goldberg and Ms. Sandberg pioneered new ways of capturing information online, had a son and then a daughter, became immensely wealthy, and hashed out their who-does-what-in-this-marriage issues. Mr. Goldberg’s commute from the Bay Area to Los Angeles became a strain, so he relocated, later joking that he “lost the coin flip” of where they would live. He paid the bills, she planned the birthday parties, and both often left their offices at 5:30 so they could eat dinner with their children before resuming work afterward.
Friends in Silicon Valley say they were careful to conduct their careers separately, politely refusing when outsiders would ask one about the other’s work: Ms. Sandberg’s role building Facebook into an information and advertising powerhouse, and Mr. Goldberg at SurveyMonkey, which made polling faster and cheaper. But privately, their work was intertwined. He often began statements to his team with the phrase “Well, Sheryl said” sharing her business advice. He counseled her, too, starting with her salary negotiations with Mark Zuckerberg.
“I wanted Mark to really feel he stretched to get Sheryl, because she was worth it,” Mr. Goldberg explained in a 2013 “60 Minutes” interview, his Minnesota accent and his smile intact as he offered a rare peek of the intersection of marriage and money at the top of corporate life.
While his wife grew increasingly outspoken about women’s advancement, Mr. Goldberg quietly advised the men in the office on family and partnership matters, an associate said. Six out of 16 members of SurveyMonkey’s management team are female, an almost unheard-of ratio among Silicon Valley “unicorns,” or companies valued at over $1 billion.
When Mellody Hobson, a friend and finance executive, wrote a chapter of “Lean In” about women of color for the college edition of the book, Mr. Goldberg gave her feedback on the draft, a clue to his deep involvement. He joked with Ms. Hobson that she was too long-winded, like Ms. Sandberg, but aside from that, he said he loved the chapter, she said in an interview.
By then, Mr. Goldberg was a figure of fascination who inspired a “where can I get one of those?” reaction among many of the women who had read the best seller “Lean In.” Some lamented that Ms. Sandberg’s advice hinged too much on marrying a Dave Goldberg, who was humble enough to plan around his wife, attentive enough to worry about which shoes his young daughter would wear, and rich enough to help pay for the help that made the family’s balancing act manageable.
Now that he is gone, and Ms. Sandberg goes from being half of a celebrated partnership to perhaps the business world’s most prominent single mother, the pages of “Lean In” carry a new sting of loss.
“We are never at 50-50 at any given moment — perfect equality is hard to define or sustain — but we allow the pendulum to swing back and forth between us,” she wrote in 2013, adding that they were looking forward to raising teenagers together.
“Fortunately, I have Dave to figure it out with me,” she wrote.
Maya Plisetskaya, Ballerina Who Embodied Bolshoi, Dies at 89
Ms. Plisetskaya, renowned for her fluidity of movement, expressive acting and willful personality, danced on the Bolshoi stage well into her 60s, but her life was shadowed by Stalinism.